cinta, kasih sayang, rasa suka, kekaguman, ambisi, atau sekedar ketertarikan.
terkadang sulit bagi kita untuk membedakan perasaan-perasaan itu.
apakah itu memang merupakan suatu kebutuhan, keinginan,
atau hanya merupakan sesuatu yang baiknya dibiarkan mengalir begitu saja?
sering aku mempertanyakan hal-hal itu,
entah saat dimana aku merasa kesepian dan butuh teman,
atau saat dimana malah aku mendapat semuanya dan tidak ingin kehilangan sesuatu itu?
seringkali kita salah mengartikan perasaan kita.
jatuh cinta atau mencintai sesuatu merupakan hal yang wajar sebagai fitrah manusia,
akan tetapi benarkah itu yang selalu kita rasakan?
yakinkah kita bahwa perasaan tulus itu tidak berubah menjadi tuntutan nafsu
serta keinginan berlebih kita yang tidak pernah puas?
atau bahkan itu telah berubah menjadi ambisi, keegoisan, serta keposessivan kita
sebagai bentuk ketakutan akan ketidakmampuan kita menjaga semuanya?
semua itu, termasuk rasa sayang, kapanpun dapat terenggut dan menjauh dari hati kita.
lalu apa yang akan terjadi?
pergi? meninggalkan semua seolah tidak terjadi apapun?
lalu, menghilangkan bagian yang sempat ada?
siapkah kita ketika itu?
bukan, sama sekali aku tak membenci hal itu,
akan tetapi terlalu banyak hal yang harus menjadi pertimbangan, bukankah begitu?
aku sering merasa amat membutuhkan dan menginginkan hidupku saat ini terisi dan penuh dengan kasih sayang,
menerima yang kuinginkan dan memberikan sesuatu yang berharga yang membuat orang merasa kehilangan saat aku tak ada.
menjalani semuanya sesuai dengan yang aku rencanakan,
mengalir tapi tanpa menghilangkan kehormatan.
tapi apa aku bisa? apa aku benar-benar memerlukannya?
apa pertahananku telah sekuat itu?
lalu bagaimana dengan berbagai konsekuensi yang ada?
saat semua hilang, masihkah kita dapat berdiri tegak?
dan ketulusan itu, benarkah telah kita miliki?
bagaimana dengan kehidupan masa depan yang kuinginkan?
pantaskah aku mengakhiri salah satu prinsip yang telah begitu kuat di dalam kehidupanku?
meskipun sakit, tapi percaya bahwa hari esok kan lebih baik
apa yang terjadi merupakan suatu ketentuan,
yakin bahwa kita memang mendapatkan yang terbaik,
setiap kesalahan adalah wajar selama kita mau kembali,
dan selalu ada jalan pulang,
serta ssekeliling kita yang selalu mencintai dan mendukung kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar