Rabu, 29 Juni 2011

UAS Knowledge Management

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadiran ALLAH Swt, atas segala rahmat dan karunia yang telah dilimpahkan-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah tentang “Implementasi Knowledge management dalam Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat”.

Makalah ini berisikan tentang tinajauan tentang Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dimulai dari definisi tujuan hingga bagaimana penerapan pengelolaan pengetahuan dalam PKBM. Knowledge management sudah sangat banyak di jumpai dalam organisai-organisasi kecil hingga skala besar bahkan dalam sebuah perusahaan knowledge management menjadi suatu hal yang sangat vital dalam perkembangan perusahaaan tersebut.

Dengan mengambil judul makalah ini diharapkan masyarakat mampu lebih memahami akan pentingnya sebuah pendidikan yang merupakan tulang punggung kemajuan sebuah bangsa. Hilangnya pandangan sebelah mata akan PKBM karena kalah bersaing dengan pendidikan formal yang masih dianggap sebagai satu-satunya lembaga pendidikan yang mampu mengeluarkan lulusan handal.

Makalah ini memang masih jauh dari sempurna, karena itu penulis sangat terbuka dengan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari pembaca sehingga pada penyusunan makalah selanjutnya penulis akan berusaha untuk terus melakukan perbaikan atas kekurangan dan kelemahannya.

Demikian , semoga makalah ini dapat bermanfaat. Sekian dan terimakasih

Wassalam,

Bandung, juni 2011

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR. i

DAFTAR ISI ii

PENDAHULUAN.. 1

A. Latar belakang penulisan. 1

B. Rumusan dan pembatasan Masalah. 2

IMPLEMENTASI KNOWLEDGE MANAGEMENT DALAM PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT. 3

1. Definisi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. 3

2. Tujuan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. 4

3. Analisa SWOT Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. 4

PENUTUP. 11

Daftar Pustaka. 12


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang penulisan

Fakta menunjukkan bahwa pendidikan formal dan sistem persekolahan ternyata tidak cukup untuk menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari masih rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, tingginya tingkat buta aksara bagi orang dewasa, tingginya tingkat pengangguran, tingginya tingkat kemiskinan dan sebagainya.

Pusat kegiatan belajar masyarakat adalah suatu institusi yang berbasis masyarakat yang bertujuan untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat yang berusaha membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan. PKBM merupakan lembaga pendidikan non formal yang bersifat partisipatif dimana kegiatannya berasal dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Peranan pemerintahan dalam PKBM ini sebagai motivator yang mendorong masyarakat agar dengan kesadarannya sendiri membentuk dan mengelola berbagai kegiatan pembelajaran bagi masyarakat sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing.

Penerapann knowledge dalam PKBM sangatlah penting agar pengetahuan tidak hilang begitu saja. Karena dalam PKBM optimalisasi inisiatif dari masyarakat itu sendiri harus di motivasi dan manage sehingga timbul kesadaran akan pentingnya peningkatan mutu kehidupannya melalui suatu proses-proses transformasional dan pembelajaran. Inisiatif ini dapat saja dihasilkan oleh suatu proses sosialisasi akan pentingnya PKBM dan hal-hal lainnya tentang PKBM kepada beberapa anggota atau tokoh masyarakat setempat oleh pihak pemerintah ataupun oleh pihak lain di luar komunitas tersebut.

Diterapkannya knowledge management dalam PKBM diharapkan dapat membawa perubahan yang nyata dalam perkembangan dunia pendidikan. Kemajuan taraf pendidikan dapat lebih merata dan menjangkau segala pelosok negeri yang kaya akan budaya dan suku ini.

B. Rumusan dan pembatasan Masalah

Rumusan masalah

1. Definisi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat

2. Tujuan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat

3. Analisa SWOT Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat

4. Implementasi Knowledge management dalam Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat

Pembatasan masalah

Masalah yang akan dibahas yaitu meliputi tentang definisi, tujuan, analisa SWOT dan implementasi knowledge Management dalam Implementasi Knowledge management dalam Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat.

BAB II

IMPLEMENTASI KNOWLEDGE MANAGEMENT DALAM PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT

1. Definisi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat

Secara Akronim PKBM berarti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. Pemaknaan nama inipun dapat menjelaskan filosofi PKBM. Hal ini dapat dijelaskan secara lebih rinci sebagai berikut :

a. Pusat, berarti bahwa penyelenggaraan PKBM haruslah terkelola dan terlembagakan dengan baik. Hal ini sangat penting untuk efektivitas pencapaian tujuan, mutu penyelenggaraan program-program, efisiensi pemanfaatan sumber-sumber, sinergitas antar berbagai program dan keberlanjutan keberadaan PKBM itu sendiri.

b. Kegiatan, berarti bahwa di PKBM diselenggarakan berbagai kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat setempat. Ini juga berarti bahwa PKBM selalu dinamis, kreatif dan produktif melakukan berbagai kegiatan-kegiatan yang positif bagi masyarakat setempat. Kegiatan-kegiatan inilah yang merupakan inti dari keberadaan PKBM. Kegiatan-kegiatan ini tentunya juga sangat tergantung pada konteks kebutuhan dan situasi kondisi masyarakat setempat.

c. Belajar, berarti bahwa berbagai kegiatan yang diselenggarakan di PKBM haruslah merupakan kegiatan yang mampu memberikan terciptanya suatu proses transformasi dan peningkatan kapasitas serta perilaku anggota komunitas tersebut ke arah yang lebih positif. Belajar lebih menekankan pada inisiatif dan kemauan yang kuat serta kedewasaan seseorang untuk dengan sadar menghendaki untuk mengubah dirinya ke arah yang lebih baik.

d. Masyarakat, berarti bahwa PKBM adalah upaya bersama suatu masyarakat untuk memajukan dirinya sendiri secara bersama-sama sesuai dengan ukuran-ukuran idealisasi masyarakat itu sendiri akan makna kehidupan. PKBM haruslah merupakan institusi yang dibangun dan dikembangkan dalam suatu masyarakat yang bersifat terbatas dan bersifat setempat, bersifat lokal.

2. Tujuan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat

Ø Pada dasarnya tujuan keberadaan PKBM di suatu komunitas adalah terwujudnya peningkatan kualitas hidup komunitas tersebut dalam arti luas.

Ø Membantu pemerintah dalam mengembangkan pendidikan nasional

Ø Mensejahterakan kehidupan masyarakat baik secara ekonomi maupun

Ø Mentranformasikan pengetahuan secara berkala dan mengarah pada visi dan misi yang telah ditetapkan sesuai dengan kebutuhan.

3. Analisa SWOT Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat

STRENGTH (KEKUATAN)

Ø Adanya lebih dari 3.000 PKBM di seluruh Indonesia.

Ø Adanya success story sejumlah PKBM ‘model’ yang cukup baik dalam hal partisipasi, impact, mutu & relevansi, kemandirian, dan keberlanjutan dan untuk skala tertentu telah ‘terbukti’ mampu mengatasi kebodohan, kemiskinan, dan membangun kesetiakawanan.

Ø Kemampuan PKBM dalam mengakomodasikan berbagai program yang dibutuhkan masyarakat secara simultan.

Ø Karakteristik PKBM sebagai wahana pendidikan non-formal yang memiliki sifat fleksibel, serta adanya 3 dimensi pembelajaran, usaha, dan pengembangan masyarakat memungkinkan beradaptasi dengan beragam kebutuhan, keunikan dan kepentingan.

Ø Fakta bahwa PKBM telah beroperasi dalam berbagai latar belakang komunitas membuktikan kekuatan PKBM sebagai generic model untuk mengatasi berbagai permasalahan masyarakat secara luas.

WEAKNESS (KELEMAHAN)

Ø Sebagian besar PKBM masih memiliki personalia, sarana dan prasarana yang sangat terbatas baik dalam hal kuantitas maupun kualitas serta memiliki sistem manajemen dan kepemimpinan yang masih lemah.

Ø Adanya indikasi yang kuat masih kentalnya budaya KKN dalam birokrasi pemerintahan serta dalam pendistribusian anggaran pemerintah khususnya yang terkait dengan PKBM.

Ø Kondisi geografis dan infrastruktur yang kurang baik secara nasional

Ø Sebagian besar stakeholder pendidikan masih memandang sebelah mata terhadap pendidikan non formal dan masih men’dewa’kan pendidikan formal.

OPPORTUNITY (PELUANG)

Ø Banyaknya permasalahan dan rendahnya mutu pendidikan formal sehingga membuat pendidikan non-formal menjadi alternatif yang menarik bagi masa depan pendidikan

Ø Adanya tiga dimensi PKBM yaitu pembelajaran, usaha dan pengembangan masyarakat memungkinkan untuk menarik partisipasi masyarakat dan dukungan lembaga-lembaga donor yang lebih luas

Ø Adanya komitmen global tentang Education For All dan Life long Learning yang sebagian besar merupakan ruang cakupan PKBM

Ø Penciptaan lapangan kerja, peningkatan penghasilan masyarakat miskin, pembudayaan anti korupsi, tingginya tingkat putus sekolah, tingginya tingkat buta aksara, rendahnya tingkat partisipasi PAUD, dsb. Sebagian besar dapat diimplementasikan melalui pendekatan PKBM

Ø Adanya sejumlah perusahaan menengah maupun besar yang memiliki kebijakan CSR (Corporate Social Responsibility) dan mengalokasikan dana secara konsisten untuk itu.

Ø Adanya kebutuhan berbagai perusahaan besar untuk membangun keamanan, kenyamanan dan keselarasan dengan lingkungan masyarakat di sekitar lokasi keberadaan perusahaan tersebut yang membutuhkan suatu ‘model pengelolaan’ yang efektif dan akuntabel serta memberi manfaat lebih berarti dan berkelanjutan, PKBM dapat menjadi solusi terhadap kebutuhan model tersebut.

Ø Adanya sejumlah besar perguruan tinggi yang memiliki sejumlah besar mahasiswa yang membutuhkan bentuk-bentuk pengabdian masyarakat yang relevan dengan disiplin ilmu masing-masing dan mudah diakses serta memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakat, PKBM dapat menjadi wahana pengabdian tersebut.

Ø Adanya sejumlah jurusan pendidikan luar sekolah dan himpunan mahasiswa jurusan pendidikan luar sekolah serta berbagai organisasi mahasiswa yang memberikan kepedulian besar bagi pembangunan masyarakat di tingkat akar rumput yang membutuhkan wahana aplikasi keilmuan dan idealismenya, PKBM dapat menjadi alternatif menarik bagi kebutuhan tersebut

Ø Potensi demografi, geografi, budaya dan sumberdaya ekonomi Indonesia membuka munculnya peluang usaha yang dapat digarap oleh PKBM dan melalui kerjasama antar PKBM di seluruh Indonesi

THREAT (ANCAMAN)

Ø Dapat muncul adanya sinisme sebagian anggota masyarakat terhadap PKBM jika melihat perilaku beberapa oknum pembina, pengelola dan pelaksana PKBM yang memanfaatkan PKBM untuk mengambil dana negara ataupun dari pihak donor lain untuk keuntungan pribadi semata.

2.4 Implementasi Knowledge management dalam Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat

Manajemen Pengetahuan atau Knowledge Management (KM) dimaksudkan untuk mewakili pendekatan terencana dan sistematis untuk menjamin penggunaan penuh dasar pengetahuan komunitas, ditambah keahlian, kompetensi, pemikiran, inovasi, dan ide individual potensial untuk menciptakan organisasi yang lebih efisien dan efektif

Implementasi Knowledge management dalam PKBM tidak jauh berbeda dengan pada perusahaan atau[un organisasi dimana PKBM juga mempunyai sasaran (komunitas binaan), warga belajar, tutor (narasumber), perencana (pengelola) dan Mitra PKBM. Disinilah peranan knowledge management sebagai tranformator pengetahuan dari tuto kepada sasaran dan warga belajar.

Dalam analisa SWOT sangat banyak kelemahan dan peluang yang yang ada dalam PKBM. Disinilah peran knowledge management kembali menjadi hal yang sangat penting dimana kelemahan dalam PKBM menjadi hilang dan peluang dari PKB dimaksimalkan sehingga dapat mensejahterakan masyarakat.

Langkah-langkah knowledge management dalam implementasinya di PKBM adalah sebagai berikut :

1. Mengidentifikasi Peluang dan masalah dalam PKBM

Sumber daya manusia yang masih kurang dalam perencanaan dan pengelolaan PKBM itu sendiri serta masih adanya pandangan sebelah mata terhadap pendidikan non formal dan masih men’dewa’kan pendidikan formal.

2. Mempersiapkan untuk Perubahan

Pengembangan konsep PKBM haruslah memperhatikan dua faktor secara bersamaan yaitu faktor kemampun konsep dalam menjelaskan secara lengkap dan utuh seluruh eksistensi dan karakteristik PKBM itu sendiri dan faktor kemampuan konsep dalam mengakomodasikan berbagai perkembangan dan keragaman PKBM baik yang telah ada maupun yang akan datang. Atas dasar pertimbangan tersebut maka konsep PKBM yang diuraikan dalam kesempatan ini lebih merupakan konsep yang bersifat generik. Artinya konsep PKBM yang diungkapkan ini adalah konsep yang dapat dikembangkan lebih lanjut ke dalam berbagai model-model PKBM yang bervariasi.

Adanya komitmen global tentang Education For All dan Life long Learning yang sebagian besar merupakan ruang cakupan PKBM telah membawa angin segar untuk PKBM menjadi komunitas yang mampu bersaing dengan lembaga pendidikan Formal lainnya.

3. Membuat Team

Dalam PKBM team sangatlah menjadi factor kunci dalam pelaksanaan visi misi PKBM sendiri dimana team ini berisikan 5 komponen yang diantaranya adalah sebagai berikut:

Ø Komunitas Binaan/Sasaran

Setiap PKBM memiliki komunitas yang menjadi tujuan atau sasaran pengembangannya. Komunitas ini dapat dibatasi oleh wilayah geografis tertentu ataupun komunitas dengan permasalahan dan kondisi sosial ekonomi tertentu. Misalnya komunitas warga kelurahan Cirangrang, Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung, komunitas anak-anak jalanan di Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung , dan lain-lain.

Ø Warga Belajar

Warga belajar adalah sebagaian dari komunitas binaan atau dari komunitas tetangga yang dengan suatu kesadaran yang tinggi mengikuti satu atau lebih program pembelajaran yang ada.

Ø Pendidik/Tutor/Instruktur/Narasumber Teknis

Pendidik/tutor/instruktur/narasumber teknis adalah sebagian dari warga komunitas tersebut ataupun dari luar yang bertanggungjawab langsung atas proses-proses pembelajaran yang ada.

Ø Penyelenggara dan Pengelola

Penyelenggara dan pengelola PKBM adalah satu atau beberapa warga masyarakat setempat yang bertanggungjawab atas kelancaran dan pengembangan PKBM serta bertanggungjawab untuk memelihara dan mengembangkannya. Didalamnya termasuk penyelenggara kelembagaan PKBM, pengelola operasional lembaga PKBM dan pengelola suatu program tertentu yang diselenggarakan oleh PKBM tersebut.

Ø Mitra PKBM

Adalah pihak-pihak dari luar komunitas maupun lembaga-lembaga yang memiliki agen atau perwakilan atau aktivitas atau kepentingan atau kegiatan dalam komunitas tersebut yang dengan suatu kesadaran dan kerelaan telah turut berpartisipasi dan berkontribusi bagi keberlangsungan dan pengembangan suatu PKBM.

Semua komponen-komponen daiatasa mempunyai tanggung jawab yang besar dalam pengelolaaan pengetahuan terutama penyelengggara dan tutor yang mempunyai sumber pengetahuan yang harus disampaikan kepada warga belajar dan sasaran PKBM.

4. Melakukan Audit Pengetahuan

Dalam konsep PKBM sumber pengetahuan lebih menekankan upaya-upaya agar warga belajar itu sendiri sedangkan peran sumber belajar atau pengajar lebih sebagai fasilitator sehingga lebih bersifat bottom up dan lebih berkesan non formal. Sedangkan pendidikan sebaliknya lebih bersifat top-down, dan lebih berkesan formal, inisiatif lebih banyak datang dari sumber belajar atau pengajar. Ini menimbulkan pembelajaran yang lebih kooperatif dan lebih bisa mengexplorasi pengetahuan dimana pengetahuan bisa terinformasikan atau transformasi dengan dua arah.

5. Menentukan Fitur Utama

Multi disiplin Knowledge management mencakup sosiologi dan antropologi yang sangat berkaitan dengan kemasyarakatan sehingga akan sangat memudahkan PKBM dalam memahami kebutuhan dan tujuan yang akan dicapai.

Dalam knowledge management juga mengatut adanya pengelolaan pengetahuan berdasarkan jenis dan bentuk pengetahuan yakni Tacit knowledge dan Explicit knowledge. Diamana Semakin tacit sebuah pengetahuan, maka semakin berharga pengetahuan tersebut. Tacit knowledge adalah Pengetahuan yang sulit diartikulasikan, dituliskan dalam kata-kata, teks, maupun gambar dan berada di dalam benak orang yang mengetahui. Sementara Explicit knowledge adalah engetahuan yang telah ditangkap dan dinyatakan dalam kata-kata, teks, maupun gambar yang elah ada dalam bentuk konkrit/nyata. Di PKBM pengetahuan akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat baik itu mencakup pendiidikan maupun kehidupan masyarakat itu snediri.

6. Membangun batas-batas untuk Knowledge Management

Penerapan sistem Knowledge Management dengan menggunakan pendekatan bertahap. Setiap tahap implementasi merupakan sebuah bagian tertentu dari solusi dari permasalahan ataupun kelemahan dalam PKBM.

Solusi yang diberikan adalah adalah:

ü Pengaksesan Pengetahuan untuk mayarakat yang dapat dijangkau dengan mudah

ü Penerapan Knowledge Mining untuk akses yang lebih efisien

ü Mengotomatisasikan kategori untuk menyetujui pada Knowledge Management

ü Mengaktifkan kontribusi masyarakat untuk lebih partisapatif dalam peningkatan arus Knowledge

ü Memperluas jaringan PKBM agar menjadi komunitas yang tidak dipandang sebelah mata lagi dibandingkan dengan pendidikan formal.

7. Linking Knowledge kepada People

Knowledge Directory

Sebuah Knowledge Direktori memungkinkan sassaran atau warga belajar untuk menemukan ahli subjek-materi dalam rangka untuk berbagi pengetahuan, wawasan dan pengalaman mereka. Sebuah direktori pengetahuan, tidak seperti database keterampilan sederhana, namun dapat mengambil kesimpulan berdasarkan pengetahuan yang mereka berkontribusi dan bagikan.

Content Management

Content manaement memastikan bahwa informasi yang akurat, berguna, dan dikelompokkan sehingga mudah dicari. Banyak upaya di Knowledge Management gagal karena konten editor tidak diberi waktu untuk melakukan tugas mereka, yang menghasilkan “polusi informasi” dan kebiasaan pengguna yang meninggalkan sistem.

BAB III

PENUTUP

Sesungguhnya pendidikan non formal telah dikenal dalam peradaban manusia jauh sebelum adanya pendidikan formal dan sistem persekolahan. Namun pembinaan pendidikan nasional selama ini masih didominasi oleh pendidikan formal. Pembinaan pendidikan non formal dilakukan oleh pemerintah hanya melalui berbagai pendekatan proyek yang bersifat sementara dan kadangkala tidak berkelanjutan. Cakupannyapun masih sangat terbatas pada beberapa jenis kebutuhan pendidikan yang bersifat nasional. Sementara pendidikan non formal yang diselenggarakan oleh masyarakat masih bertumpu pada jenis-jenis pendidikan yang memiliki nilai komersial sehingga dapat ditarik pembayaran dari masyarakat untuk membiayai kegiatan pendidikan tersebut.

Dengan implementasi knowledge management dalam PKBM akan menjadikan PKBM bukan lagi sebagai proyekan pemerintah yang terhenti lalu tak berkelanjutan. Namun PKBM mampu mengatasi pemerataan pendidikan dan tingkay pendidikan yang kurang memadai di lingkungan masyarakat.

Demikian makalah Implemnetasi Knowledge mangement dalam Pengembangan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat ini penulis susun. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan tidak sia-sia, serta apa yang penulis tuangkan dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak lain terutama bagi pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di PKBM

Daftar Pustaka

Gottschalk, P., Knowledge Management Systems in Law Enforcement: Technologies And Techniques, Idea Group Publishing, ISBN: 1599043084

Housel, T., et.al., Measuring and Managing Knowledge, McGraw Hill Irwin, 2001.

Kanti, S.T., Knowledge Management for the Information Professional, Information Today Inc., 2000.

Tiwana, A., The Essentials Giude to Knowledge Management, Prentice Hall, 2001.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar