Jumat, 28 Januari 2011

Kajian ayat SPAI

A. PEDAHULUAN
Surat An Nisaa' yang terdiri dari 176 ayat itu, adalah surat Madaniyyah yang terpanjang sesudah surat Al Baqarah. Dinamakan An Nisaa' karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surat yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surat-surat yang lain. Surat yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surat Ath Thalaq. Dalam hubungan ini biasa disebut surat An Nisaa' dengan sebutan: Surat An Nisaa' Al Kubraa (surat An Nisaa' yang besar), sedang surat Ath Thalaq disebut dengan sebutan: Surat An Nisaa' Ash Shughraa (surat An Nisaa' yang kecil).
Pokok-pokok isinya, ialah:
1. Keimanan:
Syirik (dosa yang paling besar); akibat kekafiran di hari kemudian.
2. Hukum-hukum:
Kewajiban para washi dan para wali; hukum poligami; mas kawin; memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tak dapat mengurus hartanya; pokok-pokok hukum warisan; perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya, wanita-wanita yang haram dikawini; hukum-hukum mengawini budak wanita; larangan memakan harta secara bathil; hukum syiqaq dan nusyuq; kesucian lahir batin dalam sembahyang; hukum suaka; hukum membunuh seorang Islam; shalat khauf; larangan melontarkan ucapan-ucapan buruk; masalah pusaka kalalah.
3. Kisah-kisah:
Kisah-kisah tentang Nabi Musa a.s. dan pengikut-pengikutnya.
4. Dan lain-lain:
Asal manusia adalah satu; keharusan menjauhi adat-adat zaman jahiliyah dalam perlakuan terhadap wanita; norma-norma bergaul dengan isteri; hak seseorang sesuai dengan kewajibannya; perlakuan ahli kitab terhadap kitab-kitab yang diturunkan kepadanya; dasar-dasar pemerintahan; cara mengadili perkara; keharusan siap-siaga terhadap musuh; sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi peperangan; berperang di jalan Alllah adalah kewajiban tiap-tiap mukallaf; norma dan adab dalam peperangan; cara menghadapi orang-orang munafik; derajat orang-orang yang berjihad.

B. Asbabun Nuzul dari Q.S An-Nisaa’ayat 1

C. Surah An Nisaa’ (wanita) ayat 1


Artinya :
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya[263] Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain[264], dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

[263]. Maksud dari padanya menurut jumhur mufassirin ialah dari bagian tubuh (tulang rusuk) Adam a.s. berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Di samping itu ada pula yang menafsirkan dari padanya ialah dari unsur yang serupa yakni tanah yang dari padanya Adam a.s. diciptakan.

[264]. Menurut kebiasaan orang Arab, apabila mereka menanyakan sesuatu atau memintanya kepada orang lain mereka mengucapkan nama Allah seperti :As aluka billah artinya saya bertanya atau meminta kepadamu dengan nama Allah.

D. Tafsir dari Q.S An-Nisaa’ayat 1.
 (Tafsir Ath-Thabari, 3/565, 566)
Ayat ini merupakan bagian dari khutbatul hajah yang dijadikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai pembuka khutbah-khutbah beliau. Dalam ayat ini dinyatakan bahwa dari jiwa yang satu, Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan pasangannya. Qatadah dan Mujahid rahimahumallah mengatakan bahwa yang dimaksud jiwa yang satu adalah Nabi Adam ‘alaihissalam. Sedangkan pasangannya adalah Hawa. Qatadah mengatakan Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam.

 Tafsir Fil Zhilalil Qur’an
Hakikat besar yang terkandung dalam ayat ini adalah kaidah pokok tashawwur islami, yang menjadi tempat berpijaknya kehidupan bersama.
Ayat ini membahas juga tentang perlindungan khusu bagi wanita yang lemah dan dalam menjaga hak-hak mereka dalam harta waris serta pembebasan atas dirinya sendiri dari system jahiliah.
Pengaturan dalam keluarga serta pengekannya di atas fondasi yang mantap dan sejalan dengan fitrah, dan dalam memberikan perlindungan kepadanya dari pengaruh situasi dan kondisi yang dapat saja datang kehidupan keluarga dan social.
 Tafsir AL-maraghi
Jumhur ulama sepakat bahwa An-Nafsul Wahidah adalah nabi Adam. Tapi pada hakikatnya mereka memahami bahwa nabi Adam adalah bapak manusia. Seseungguhnya Allah telah menciptakan setiap orang diantara kalian berasal dari satu jiwa. Kemudian dia menjadikan istri untuknya yang dia ciptakan dari dirinya. Para ahli kitab mengatakan bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk sebelah kiri Adam. Kemudian Allah mengembangbiakan dua jenis manusia pria dan wanita, melalui Adam dan Hawa.
Allah mengulang-ulang perintah bertaqwa untuk membangkitkan mereka dalam bertaqwa. Sesungguhnya Allah selalu mengawasi semua amal perbuatan dan motivasi yang ada dalam jiwamu, disamping pengarunhya terhadap sikapmu.

 Tafsir Al – Azhar
Dalam sebuah hadist dikatakan bahwa “Tatkala Adam beriman di dalam syurga itu, dia berajalan kesepian seorang diri, tidak ada isteri untuk menetramkan hati, maka diapun tidurlah. Setelah beberapa lama tertidur, diapun terbangun. Tiba-tiba di sisi kepalanya seorang perempuan telah duduk, yang telah Allah jadikan dari tulang rusuknya”.
Ibaratkanlah kepada kesatuan kejadian alam semesta, yang kemudian dibagi dua menjadi negative dan positive. Demikian pula manusia terbagi menjadi lelaki dan perempuan.
Setelah akal manusia tumbuh dan mereka telah hidup bermasyarakat mereka selalu menyebut nama Allah yang telah menganugerahi mereka hidup di dunia ini.
E. Kesimpulam
Dengan merenungi ayat ini kita dasar kekeluarga dalam ajaran islam. Memamhami hakikat perempuan dan menjaga hak-hak mereka dalam harta waris serta pembebasan atas dirinya sendiri dari system jahiliah.
Menyadari walaupun kita berasal dari suku berbeda, warna kulit yang berbeda, temepat tinggal yang berbeda namun kita semua tetap sama berakal budi dan Allah adalah pengawas segala sikap dan perbuatan kita baik siang maupun malam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar