saat warna itu ada,
jangan pernah tanyakan mengapa sang luka hadir bersama kita,
karena warna itu juga merupakan sang luka.
tak salah, karena memang tak ada yang harus disalahkan.
kita disana,
juga bukan karena ingin kita.
jika sang luka bersamaku,
biar aku saja.
jangan buat aku merasa bersalah juga.
biar aku saja,
karena besok kuyakin kan sembuh juga.
dan,
andai bisa kukendalikan sayap-sayap kita,
sayap-sayapnya, juga sayap-sayap mereka.
akan kubuat semua diam,
atau pergi kemanapun yang bukan tempat kita.
biar tak searah, tapi tanpa sang luka.
sayapku, walau telah luka juga tapi tetap bukan ingin pergi kearahmu,
jadi jangan biarkan sayapmu menunggu hingga layu dan meredup warnanya.
tapi,
sayap-sayap itu,
ubahlah warnanya,
biar kita bisa menari bersama
di dunia yang berbeda.
dengan dia, dengan mereka.
tanpa sang luka.
7 november 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar